Kukisahkan atas nama Sang Pencipta yang karenaNya aku hidup…
Seminggu lebih ramadhan…berharap di bulan ini aku bisa benar-benar meninggalkan seseorang dan mengisi rongga yang ia tinggalkan dengan satu tujuan yang sama-sama kami kejar…
Rasanya saya masih ingat ketika di waktu-waktu ini sekitar tiga musim lalu…kau mulai mengenal diriku…setelah kala membangun tabir di antara kita…
Sebuah permulaan yang salah tampaknya…meskipun pada akhirnya kau pun mengerti alasan diriku ada di sisimu selama ini…
Satu tujuan…ya, kau berharap diriku ini memberimu jalan keluar atas gelombang hitam yang selama ini tak kasat mata karena gelapnya malam…namun apa dikata bila hati tak selayak kain putih…bahkan pohon pun bisa berbuah ikan lele dan air pun bisa berubah wujud… fufufu…
Apalah dikata bila langit berkata pada angin untuk tak lagi membawa hujan? tentulah bahkan bidadari pun tak dapat berdiri di muka bumi…aku mengerti sayapmu yang terbakar, bahumu yang seolah memanggul beban keraguan dan langkahmu yang terseok…maafkan bila diri ini justru membawa angin panas yang bahkan dapat membakar pembawanya…
Layaklah bila langit melarangnya untuk berhembus padamu kala itu…hai bidadari
Layaklah bila langit melarangnya untuk berhembus padamu kala itu…hai bidadari
Layaklah bila langit melarangnya untuk berhembus padamu kala itu…hai bidadari yang kala itu sayapmu terbakar
Layakkah bila sang peniup angin mencinta pada bidadari dengan sayap terbakar…tak kan karena anginmu akan membawa petaka bagimu dan baginya…
Ingatlah Penciptamu dan kehendaknya hai pejalan hai peniup angin…karenanya kau akan menyelamatkannya…
Dua musim hai bidadari…dua musim dari kala kita bertemu hingga kau mengerti arti keberadaanku di sisimu…
Kau sekarang terbang hai bidadari…
Bukan karenaku, tapi karena langit turunkan hujan atasmu…
Bukan karenaku, tapi karena bejana di ronggamu terisi dengan Ruh Pencipta hujan…
Bukan karenaku, tapi karena kini kau mampu membawa angin yang berhembus mengiring hujan…
Apalah arti diriku di sisinya? Bahkan kini langitku bernaung atasnya pula…karenanya kumohon wahai Pencipta…isilah ronggaku dan rongganya dengan Ruh-Mu…
Hai bidadari…kelak kau akan taburkan bintang di tengah kejamnya malam…mereka membawa cahaya layaknya pedoman dan penolong…
…meski gelap hendak menghapus dan biaskan ia…